Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 20.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » SUSTAINABLE ENTREPRENEURSHIP, SOLUSI KEPUNAHAN PROFESI PENGRAJIN BATIK MASA NEW NORMAL

SUSTAINABLE ENTREPRENEURSHIP, SOLUSI KEPUNAHAN PROFESI PENGRAJIN BATIK MASA NEW NORMAL

Diposting pada 12 Agustus 2022 oleh hm7 / Dilihat: 71 kali

Di tengah pandemi COVID-19 produksi batik terkena imbas, yang menyebabkan banyak pengrajin batik beralih profesi. Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) mencatat sebelum pandemi di Indonesia terdapat 151.656 pengrajin batik, tetapi kini tinggal 37.914 pengrajin yang masih aktif, artinya pandemi telah mengurangi jumlah pengrajin sebanyak 113.742 orang.  Para pengrajin batik banyak yang beralih profesi menjadi buruh tani, buruh pabrik, dan tukang batu, serta berjualan sayuran. Hanya UKM batik besar saja yang masih beroperasi. Itu pun dengan resiko harus mengurangi jumlah karyawannya. Pengrajin batik yang semakin langka dapat menjadikan ketidakseimbangan supply and demand produk batik, sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan harga kain batik tulis.

Untuk mengatasi permasalahan, tim dosen dengan multi disiplin ilmu yang berbeda dari Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Dinamika dan UNIPA Surabaya (Ketua: Dr. Muslichah Erma Widiana, M.M. dan anggota: Karsam, M.A., Ph.D dan Anak Agung Sagung Alit W., S.T., M.T.) berkolaborasi untuk saling melengkapi melaksanakan kegiatan penelitian “Pengembangan Model Sustainable Entrepreneurship Batik Melalui Standarisasi Berbasis Daya-Saing 4.0 Untuk Mengakselerasi Merdeka Belajar dan Kemandirian Bangsa Bidang Sandang Masa New-Normal”. Erma menyampaikan “salah satu strategi untuk menanggulangi masalah adalah dengan melakukan regenerasi pengrajin batik”. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun Anggaran 2022, Nomor SP DIPA-Nomor SP DIPA-023.17.1.690523/2022 revisi ke-02 tanggal 22 April 2022. Penelitian ini berfokus untuk menguatkan dan meregenerasi profesi pengrajin batik guna kemandirian bangsa di bidang sandang yang mampu menghadapi tantangan zaman. Diiringi dengan pemberdayaan siswa SMK di kota Jombang, Mojokerto, Tuban, Surabaya, Malang dengan menerapkan kurikulum kewirausahaan, pemasaran dan batik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ke

SUSTAINABLE ENTREPRENEURSHIP, SOLUSI KEPUNAHAN PROFESI PENGRAJIN BATIK MASA NEW NORMAL

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

SUSTAINABLE ENTREPRENEURSHIP, SOLUSI KEPUNAHAN PROFESI PENGRAJIN BATIK MASA NEW NORMAL

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: